Senin, 11 Mei 2009

SBY dan Partai Demokrat

Oleh SumurunG

sby_demokratBerdasarkan penghitungan cepat lembaga-lembaga survey sudah dapat dipastikan bahwa partai demokrat sebagai pemenang dengan jumlah suara sebesar 20% sedangkan partai golkar dan pdip berada diurutan kedua dan ketiga dengan perolehan suara sekitar 14%. Ini menunjukkan bahwa partai demokrat lebih disukai oleh pemilih walaupun partai ini baru dua kali menjadi peserta pemilu. Partai demokrat ini seperti partai-partai lainnya mengandalkan tokoh atau figur pendiri sebagai lokomotif untuk menarik gerbong kereta partai. Ini artinya bahwa ketokohan SBY sebagai lokomotif partai saat ini lebih layak jual dari pada tokoh-tokoh partai lainnya seperti, Megawati di PDIP atau Hidayat Nurwahit di PKS sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa ternyata mampu bertahan sebagai partai papan tengah tanpa adanya Gus Dur disana. Partai Amanat Nasional juga berhasil berada dilima besar walaupun Amien Rais tidak lagi terlibat langsung dalam mengurus partai sedangkan Gerindra dan Hanura masih mengandalkan tokoh untuk mendapatkan suara pemilih.


Sebanarnya tidak ada yang salah dengan mengandalkan figur atau tokoh sebagai endorser untuk mendapatkan simpati dan suara pemilih tetapi dalam sebuah organisasi modern figur atau tokoh ini tidak selamanya bisa diandalkan. Masalah pasti terjadi jika figur atau tokoh tersebut meninggal dunia atau melakukan blunder tentu partai atau organisasi tersebut akan mati juga atau paling tidak akan ditinggalkan oleh pemilih karena sebenarnya tokoh tersebutlah yang dipilih oleh pemilih. Kalau kita mencoba menganalogikan partai ini sebagaimana badan usaha atau perusahaan maka dapat dikatakan saat ini Partai Demokrat adalah market leader pada pasar persaingan sempurna. Ini artinya produk yang dijual oleh partai demokrat lebih mempunyai value dibandingkan dengan partai-partai lainnya. Produk yang dimaksud disini adalah tokoh yang diusung untuk jadi presiden. SBY sebagai produk dari partai Demokrat adalah seorang jenderal angkatan darat yang muncul kepermukaan juga secara kebetulan karena dia diangkat menjadi menteri pertambangan oleh Gus Dur, padahal sebelumnya SBY tidak begitu menonjol bahkan dikarir militernya sekalipun. Dia hanya sebagai Kosospol ABRI ketika diangkat Gus Dur menjadi menteri pertambangan. Menurut aku,dia hanya beruntung ketika rakyat kecewa dengan PDIP sebagai pemenang pemilu 1999 ternyata tidak mampu berbuat banyak untuk membangun bangsa ini apalagi kader-kader PDIP didaerah sangat banyak yang mengecewakan dan menyakiti hati rakyat. Makanya ketika megawati berhadapan head to head dengan SBY diputaran kedua, SBY keluar sebagai pemenang.

Bagaimana kelanjutan kepemimpinan SBY ini dipartai Demokrat? Menurut aku SBY belum bisa mengandalkan kharisma karena dia belum sampai pada level itu. Track Record atau recam jejak dia sebagai pemimpin belum luar biasa. Hermawan dalam bukunya Marketing in Venus seseorang bisa dikatakan mempunyai kharisma jika;

1. Mempunyai capaian yang luar biasa, extraordinary. Sebuah capaian yang terus-menerus dan tanpa cacat

2. Memiliki daya tarik dan aura yang menyelimuti setiapa gerak dan langkahnya

3. Memiliki reputasi tak terbantahkan, kredibilitas amat tinggi, dan sangat dihormati para pengikutnya

4. Memiliki kekuatan dalam menginspirasi dan mempengaruhi para pengikutnya.

Ketokohan SBY masih jauh dibawah kalau dibandingakan dengan tokoh-tokoh kharismatik seperti Soekarno atau Hatta yang berjuang mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia dalam situasi dan kondisi yang tidak menentu. SBY sukses dalam menciptakan personal branding sebagai seorang jenderal intelek yang teraniaya dan mendapatkan simpati dan empaty rakyat. Dia kemudian dikenal sebagai seorang komunikator yang baik. Pencitraan inilah yang terus-menerus dikembangkan oleh partai demokrat untuk menciptakan value seorang SBY. Partai Demokrat juga sukses dalam komunikasi dan marketing politiknya dengan menciptakan co-branding dengan menceritakan kesuksesan yang dihasilkan oleh pemerintah adalah karena peran SBY mungkin terinspirasi co-branding “intel inside” yang ada disetiap komputer walaupun kenyataannya ada peran banyak orang lain dan partai politk lain disana. SBY juga seorang pencipta lagu dan penyanyi. Para pembantunya terus-menerus menjual success story SBY, baik dengan membuat buku maupun dalam setiap wawancara televisi, koran dan media lainnya.

Menurut aku SBY sebagai lokomotif partai Demokrat akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan dia sebagai presiden. Makanya yang harus dilakukan SBY sekarang adalah memperkuat sistem dan sumberdaya manusia yang ada di Partai itu sehingga jika nanti SBY tidak berkuasa lagi partai itu mampu bertahan dan syukur-syukur bisa tetap mempertahankan kemenangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar